Selasa, 14 September 2010

SEORANG PENGACARA AUSTRALIA MELECEHKAN AL QURAN DAN BIBEL

Pengacara Australia Merokok dengan Al-Qur`an dan Bibel

Ia berdalih hanya lelucon dan merujuk aksinya kepada aksi bakar al-Qur`an di AS

Seorang pengacara Australia merobek lembaran al-Qur`an dan Bibel lalu "merokok" dengannya. Aksi tersebut direkam dan ditampilkan di YouTube, hanya beberapa hari setelah Terry Jones mengumumkan akan membakar 200 mushaf al-Qur`an pada peringatan 9/11.

Dalam klip berdurasi 12 menit yang diberi judul "Bible or Koran--which burns best?" itu, Alex Stewart yang katanya seorang ateis, memegang kitab suci umat Islam dan Kristen sebelum merobek lembarannya lalu menjadikannya rokok.

Dalam satu bagian dia menunjukkan gulungan rokok dari Bibel, lalu bersandar setelah menghisap dalam-dalam seraya berkata, "Holy."

Video yang kini sudah dihapus itu, ditampilkan di YouTube selama akhir pekan, bertepatan dengan peringatan tahun kesembilan peristiwa 9/11.

Universitas Teknologi Queensland yang mempekerjakan Stewart mengatakan bahwa pria itu diminta cuti, sebagai hasil keputusan dari rapat yang di gelar hari Senin (13/9/2010).

"Pihak universitas sangat, sangat tidak senang dan kecewa atas insiden ini," kata Peter Coaldrake sebagai wakil penasihat dari pihak universitas kepada para wartawan sebagaimana dilansir Radio Netherland.
Video Stewart yang menganggap al-Qur`an dan Bibel hanya sebagai buku biasa, sangat menyakitkan Muslim. Demikian kata Presiden Islamic Association of Australia Muhammad Wahid.

"Hal seperti ini tidak perlu terjadi, (karena) hanya menimbulkan perpecahan dan ketidakharmonisan di antara orang-orang yang tinggal di Australia," ujar Wahid kepada kantor berita setempat AAP.

Stewart yang menjadi asisten di kelompok bernama Brisbane Atheists, dalam video merujuk aksinya pada rencana pembakaran al-Qur`an yang dilakukan di AS.

Berbicara kepada Brisbane's Courier Mail, Stewart membela aksinya sebagai hak kebebasan berbicara.

"Tentu saja video itu merupakan video lelucon," katanya keada koran tersebut, seraya menambahkan dia lebih memilih menghisap lintingan rumput daripada mariyuana.

"Orang-orang sering melakukan hal ini, dan jika mereka marah atas hal ini , maka mereka menganggapnya terlalu serius," dalih Stewart.[di/rnw/hidayatullah.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar