Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

Pria Palestina "Dipaksa" Hancurkan Rumah Sendiri

Mahmud Aramin, warga Palestina dari Yerusalem, dipaksa untuk menghancurkan rumahnya sendiri pada hari Sabtu lalu untuk menghindari rumahnya dibongkar oleh pemerintah kota dan mendapatkan denda besar jika tidak membongkar rumahnya sendiri.

Kotamadya pendudukan Zionis memerintahkan pembongkaran rumah Aramin dengan dalih kurangnya perencanaan izin meskipun fakta bahwa kotamadya sudah memerintahkan Aramin untuk membayar denda uang yang tinggi karena tidak memiliki izin perencanaan yang ia bayar dengan melakukan angsuran setiap bulannya.

Senin, 25 April 2011

PM Israel tak pernah Berani dengan Iran

Dari Dulu, Netanyahu Takut Iran
Netanyahu

Koran rezim Zionis Israel, Haaretz melaporkan kekhawatiran para pemimpin Israel atas Iran. Empat tahun lalu, ketika Ehud Olmert menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan kepadanya akan bergabung dalam kabinet zionis, jika Olmert menyerang Iran.

Pada 20 Juli 2007, konsul politik Kedutaan besar AS di Tel Aviv mengirim telegraf rahasia ke kementerian luar negeri AS. Salah satu pesan rahasia dalam telegraf itu mengenai pembentukan kabinet koalisi rezim Zionis Israel, dan Netanyahu yang merupakan oposan Olmert ditarik masuk kabinet.

Tolak penyerangan ke Libya, Jerman Juga Menolak Pembentukan negara Palestina




Agaknya cukup sulit membaca sikap Jerman terhadap negara-negara Arab dan kawasan sekitar. Jika untuk urusan Libya, Jerman menolak bergabung dengan NATO menyerang Libya, namun terhadap Palestina memiliki sikap lain.

Di tengah upaya diplomatik yang sedang dilakukan oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dan timnya, Jerman mengumumkan tidak akan mendukung niat Palestina menyatakan kenegaraannya pada September mendatang di PBB.

Surat kabar Jerman, Der Spiegel, melaporkan bahwa Kanselir Jerman, Angela Merkel, ingin menekan Abbas saat kunjungannya ke Berlin beberapa hari mendatang, agar membatalkan rencana tersebut.

Terowongan diresmikan, Al Aqsha Menderita kerusakan

Otoritas pendudukan Israel melakukan persiapan menjelang pembukaan jaringan terowongan bawah tanah di dekat Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur, surat kabar Haaretz melaporkan pada hari Rabu kemarin (20/4).

Pelebaran terowongan dilakukan dari bawah dinding zona suci menuju ke kota tua Yerusalem.

Beberapa terowongan telah digali dalam beberapa periode selama empat puluh tahun terakhir, kata Haaretz. Terowongan itu juga saling berhubungan satu sama lain melalui jaringan terowongan, dengan pintu masuk utama di distrik kota Silwan, yang bertetangga dengan area masjid Al-Aqsha. Dari sana, terowongan dapat menuju ke dinding Al-Buraq, yang dikenal oleh Yahudi sebagai Tembok Ratapan, di sisi sebelah barat masjid, dan terowongan meluas ke Kota Tua Yerusalem, di mana sejumlah pos-pos pemukiman dan rumah-rumah ibadat Yahudi telah dibangun.

Mingguan Hamas : "Hamas berencana 'Culik' lebih banyak tentara Israel"

Hamas mengancam akan menculik lebih banyak lagi tentara Israel dalam rangka untuk meningkatkan posisi tawar mereka dalam negosiasi pertukaran tawanan.

Surat kabar mingguan milik Hamas al-Risalah melaporkan pada hari Minggu kemarin (24/4) bahwa Hamas telah mengambil keuntungan dari situasi yang relatif tenang di wilayah selatan untuk melakukan rencana penculikan lebih banyak lagi tentara Israel dalam waktu dekat.

Minggu, 17 April 2011

Hamas tangkap Pembunuh Aktivis Italia

Kementerian Dalam Negeri Gaza telah menangkap dua tersangka sebagai bagian dari penyelidikan atas pembunuhan aktivis kemanusiaan Italia Vittorio Arrigoni.

Mayat Arrigoni ditemukan di sebuah apartemen kosong di Gaza pada Jumat pagi lalu setelah dia diculik oleh orang-orang terkait dengan sebuah kelompok "Salafi" yang menggunakan dirinya sebagai tebusan untuk menunut kebebasan dari beberapa anggota dari elemen kelompok mereka.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan mereka masih mengejar lebih banyak lagi tersangka yang terlibat dalam pembunuhan itu.

Rabu, 13 April 2011

Israel : "Amerika akan Veto setiap keputusan soal Pembentukan Negara Palestina"

Pejabat Israel dengan sesumbar mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan hak veto mereka apabila Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk memilih menyetujui adanya sebuah negara Palestina yang merdeka.

Radio Israel melaporkan bahwa AS mendukung adanya negosiasi daripada langkah sepihak seperti mendeklarasikan kemerdekaan Palestina.

Menteri Israel Uzi Landau mengatakan, Israel harus mengumumkan langkah aneksasi dari beberapa pos-pos pemukiman besar dan lembah Yordan jika kenegaraan resmi Palestina diumumkan di PBB.

Pasca Lengser Mubarak, Mesir hentikan pembangunan Tembok Gaza

Mesir menghentikan pembangunan tembok baja bawah tanah yang dirancang untuk menghentikan penyelundupan senjata di sepanjang perbatasan dengan Gaza, kata pejabat pertahanan Israel.

Konstruksi dinding penghalang sepanjang 6.2-mil ditunda setelah pengusiran Presiden Hosni Mubarak pada bulan Februari lalu, pejabat Israel mengatakan kepada The Jerusalem Post.

Israel telah mengatakan kepada pemerintah Mesir baru-baru ini bahwa pemerintah Mesir tetap harus menjunjung tinggi kesepakatan sebelumnya dalam mencegah aliran senjata masuk ke Jalur Gaza, surat kabar melaporkan.

Selasa, 12 April 2011

Rumah Sakit penuh, Indonesia mulai dirikan Rumah sakit baru Gaza



Dalam seminggu terakhir, serangan brutal Israel ke Jalur Gaza kianmeningkat. Serangan-serangan mematikan Zionist Israel tersebut telah menelan korban tewas dan luka-luka. Tercatat sejumlah 20 orang syahid dan ratusan lainnya luka parah. Kebanyakan korban luka parah akan mengakibatkan cacat seumur hidup, karena kehilangan beberapa anggota tubuh mereka.



Tindakan keji Zionis Israel tidak berhenti sampai disitu, dari berbagaisumber medis di Gaza mengatakan bahwa Zionist kembali menggunakan senjata kimia terlarang berupa fosfor putih (white phosphorus) yang pernah digunakan pada 2008 dan 2009 yang lalu. Bom fosfor putih sangat berbahaya dan menyebabkan kematian, karena setiap anggota tubuh yang terkena fosfor tersebut akan melepuh dan terbakar.


Sementara itu Menteri Kesehatan Gaza, Dr. Baseem Naim, dalam wawancara via telpon yang disiarkan langsung oleh Al-Aqsa TV (10/4), menyatakan bahwa Israel telah menggunakan senjata terlarang secara internasional selama serangan beberapa hari ini. Semua korban yang mengalami cedera terjadi hampir di seluruh bagian tubuh mereka, dan fakta ini menunjukkan bahwa Zionist telah menggunakan senjata kimia fosfor putih dalam serangkaian serangan ke Gaza.

Kapal Perang Israel Tembaki Perahu Nelayan Palestina

Kapal perang Angkatan Laut Israel menembaki perahu nelayan Palestina di lepas pantai Jalur Gaza dan mengejar perahu nelayan Palestina hingga ke pantai Gaza pada hari Minggu malam kemarin (10/4), sumber-sumber lokal melaporkan.

Sumber keamanan mengatakan kepada wartawan PIC bahwa kapal perang Israel menembakkan senapan mesin ke arah perahu nelayan Palestina saat nelayan Palestina sedang memancing di daerah tersebut yang wilayah tempat memancing itu sendiri merupakan wilayah yang diperbolehkan untuk mereka.

Hamas Tangkap Mata-Mata Israel Di Gaza

Hamas mengatakan telah menangkap informan yang telah membantu Israel dalam serangan terbaru di Jalur Gaza, yang menewaskan 19 warga Palestina dan melukai lebih dari 70 orang lainnya.

Juru bicara Departemen Dalam Negeri Hamas, Ihab al-Ghussein, mengatakan bahwa meskipun mendapat bantuan dari informan mereka yang ada di Gaza, pasukan Israel selama tiga hari hanya bisa menyerang sasaran sipil, koresponden Press TV di Jalur Gaza mengatakan pada hari Minggu kemarin (10/4).

Kecuali untuk sejumlah serangan tank yang ditembakkan dari Israel ke Gaza, ketenangan relatif masih terkendali di Jalur Gaza.

Jihad Islam : "Pejuang Palestina tidak akan menyerah pada Israel"

Wakil pimpinan Gerakan perlawanan Jihad Islam, Ziad Enkhaleh, mengatakan bahwa perlawanan pejuang Palestina tidak akan menyerah kepada Israel.

Enkhaleh mengatakan kepada Press TV pada hari Minggu kemarin (10/4) bahwa pilihan bangsa Palestina secara historis dan nyata adalah perlawanan terhadap pendudukan dan tidak pernah akan berakhir meskipun agresi Israel terus berlanjut.

"Perlawanan tidak akan menyerah kepada Israel. Agresi Israel saat ini sedang terjadi. Kami akan merespon semua serangan Zionis. Dan kami akan membela kehormatan kami di Palestina, "katanya.

Brigade Al Qassam : Kami tidak akan tinggal diam

Brigade izzuddin Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menolak untuk berkompromi dengan cara apapun dengan tentara pendudukan Israel selama Israel terus melakukan agresi di Jalur Gaza.

Abu Ubaidah, juru bicara sayap bersenjata Hamas, mengatakan dalam konferensi pers di kota Gaza pada Sabtu malam (9/4) menyatakan bahwa otoritas pendudukan Israel (IOA) sepenuhnya bertanggung jawab atas hasil eskalasi militernya di jalur Gaza yang telah menewaskan belasan orang termasuk petinggi pejuang Brigade Al-Qassam.

Menlu Israel wawancara Langsung dari Toilet


Pejabat Israel sering melakukan wawancara dengan stasiun radio saat berada di rumah. Namun baru-baru ini pendengar mendapatkan suara tak terduga saat Avigdor Lieberman diwawancarai Reshet Bet, yaitu suara toilet disiram.

Media online Israel Ynet (12/4), melaporkan bahwa terdengar suara tidak biasa saat Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman bicara tentang konflik bersenjata antara Israel dengan pejuang Palestina hari Senin pagi.

Minggu, 10 April 2011

Hamas : Perjuangan Kami hanya berbekal Roket dan Mortir

HAMAS: Kami akan Menyerang, Israel Harus Tahu Konsekuensi Kejahatannya!
Sami Abu Zuhri

MOSKOW--Gerakan Hamas pada Sabtu mengatakan bahwa mereka akan melancarkan serangannya guna melawan Israel jika gempuran udara atas Jalur Gaza tidak dihentikan, demikian laporan Xinhua. "Kami peringatkan pendudukan Israel yang melanjutkan kejahatannya," kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, dengan menambahkan bahwa pendudukan tersebut harus mengetahui konsekuensi kejahatannya dan jangan salah paham terhadap posisi kelompok perlawanan warga Palestina.

Zuhri mengatakan bahwa sejumlah kelompok Gaza masih menahan diri mereka dan serangan roket mereka masih "terbatas dan diatur". Peningkatan kekerasan antara pejuang di Gaza dan militer Israel memasuki hari ketiganya pada Sabtu.

Dunia tetap bungkam Meskipun Palestina Hancur

Serangan Israel Menggila, Hamas Peringatkan Warga Gaza
GAZA – Gerakan perlawanan Islam Hamas menyiagakan seluruh pasukannya selama 24 jam penuh, menyusul kian mengganasnya serangan tentara Zionis di wilayah yang diblokade tersebut. Akibat serangan keji ini, nyawa warga Gaza tak berdosa terus berguguran.

"Kementerian Dalam Negeri telah menetapkan keadaan siaga. Semua aparat keamanan harus bekerja 24 jam penuh. Bahkan pertahanan sipil dan layanan medis harus siaga 24 jam untuk melindungi dan menyelamatkan orang-orang menjadi target para penjajah Zionis," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Ihab al-Ghussein, Sabtu (9/4).

Komandan Hamas ikut jadi korban Agresi Israel

GAZA - Serangan udara Israel menewaskan seorang komandan HAMAS dan dua pengawalnya di dalam kendaraan mereka di bagian selatan Jalur Gaza pada Sabtu, kata beberapa sumber medis Palestina. Israel belum mengeluarkan komentar mengenai serangan tersebut.

Sebanyak 17 orang Palestina telah gugur dalam aksi pembalasan sejak satu roket yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai HAMAS itu menghantam truk sekolah Israel, Kamis (7/4), dan membuat seorang remaja menderita luka serius. Secara keseluruhan 35 orang Palestina di Jalur Gaza telah tewas sejak meletusnya babak paling akhir pertumpahan darah 20 Maret.

Puluhan roket dan bom mortir telah ditembakkan oleh pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut, demikian dilaporkan Reuters. Satu rudal Israel ditembakkan sebelum fajar Sabtu dengan sasaran satu kendaraan yang penumpangnya meliputi seorang komandan HAMAS di daerah Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir dan dua pengawalnya, kata beberapa staf medis. Ketiga orang itu tewas seketika.

Israel "Menggila" Warga Gaza kembali tewas

Israel Kian Membabi-Buta, Warga Gaza Kembali Tewas
GAZA - Komisi Tinggi Ambulans dan Keadaan Darurat Gaza mengumumkan korban tewas akibat serangan Israel hingga Jumat (8/4) sore ini meningkat jadi 11 orang. Di antara mereka yang gugur termasuk dua orang tua dan seorang anak perempuan. Sementara lebih dari 45 warga lain menderita luka-luka, termasuk sejumlah wanita hamil dan anak-anak.

Juru bicara Komisi Adham Abu Salmiyah, mengatakan serangan terbaru Israel Jumat ini menewaskan seorang warga dan melukai lainnya di utara Gaza. Koresponden Al-Markaz Al-Filistini Lil I’lam melaporkan, seorang pejuang Palestina selamat dari upaya pembunuhan ketika pesawat Israel melakukan serangan di dekat Masjid Musab bin Umair di kawasan Hay Al-Zaytoun, timur kota Gaza.

Menlu Austria : "Stop Blokade Gaza"


Menteri Luar Negeri Austria Michael Spindelegger menyerukan untuk mengakhiri pengepungan di Jalur Gaza yang telah berjalan selama empat tahun terakhir guna mengakhiri penderitaan rakyat Gaza.

Spindelegger,  yang tiba di Jalur Gaza pada hari Rabu (6/4) melalui Mesir, mengatakan dalam konferensi pers di markas UNRWA bahwa blokade harus berakhir.  Rakyat sudah cukup menderita.

Dia mengatakan, setelah pertemuan di Jalur Gaza Uni Eropa harus meluncurkan sebuah inisiatif untuk mengakhiri pengepungan, dan bahwa negara-negara Uni Eropa harus menjalankan sikap yang padu tentang penderitaan lanjutan dari penduduk Gaza.

Liga Arab Rapat darurat bahas Meningkatnya Agresi Israel

Delegasi permanen Liga Arab memutuskan untuk menyelenggarakan pertemuan darurat pada hari Minggu ini (10/4) untuk membahas serangan terbaru Israel di Jalur Gaza.

"Kami akan membahas langkah-langkah atas meningkatnya eskalasi dan agresi Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza, dan menegaskan Israel telah menghancurkan proses perdamaian," kata Muhammad Subaih, asisten sekretaris jenderal Liga Arab untuk Palestina dan tanah Pendudukan Arab.

Pertemuan akan membahas usulan negara-negara Arab tentang masalah dan usulan yang diajukan oleh sekretariat Liga Arab dalam upaya menghentikan serangan Israel, tambah Subaih dalam sebuah pernyataan eksklusif untuk Al-Masry Al-Youm.