Senin, 17 Januari 2011

Conflict between north and south korea because of US provocation


Korea Utara: Konflik Korea Karena Provokasi AS

North Korea : Conflict between north and south korea because of US provocation 


Ketegangan semakin meningkat di Semenanjung Korea Utara, menyusul adanya ancaman serangan lebih lanjut untuk menghadapi apa yang telah digambarkan sebagai provokasi Korea Selatan.
"(Korea Utara) akan lakukan serangan putaran kedua dan bahkan ketiga tanpa ragu-ragu jika para penghasut perang di Korea Selatan membuat provokasi militer lagi secara sembrono," Reuters melaporkan, mengutip pernyataan pihak militer Pyongyang yang dibaca oleh kantor berita Korea Utara KCNA pada hari Kamis ini (25/11).
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri DPRK (Korea Utara) mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu kemarin yang mengatakan bahwa Korea Selatan telah melakukan latihan perang di wilayah sekitar Pulau Laut Barat Yeonpyeong pada pukul 13:00 waktu setempat Selasa lalu, kantor berita resmi Korea Utara melaporkan.

"Yeonpyeong terletak jauh di dalam wilayah perairan DPRK dan jauh dari garis demarkasi maritim militer. Jika mortir yang ditembakkan dari pulau itu, dan tentu akan jatuh di dalam perairan teritorial dari sisi DPRK tidak peduli ke arah mana mereka ditembakkan karena fitur geografis pulau seperti itu, " kata Pyongyang.
Pyongyang juga menyalahkan AS yang telah memprovokasi saling tembak artileri antara kedua pihak yang menewaskan dua marinir Korea Selatan dan dua warga sipil.
Pyongyang juga mengkritik peran Washington dalam menggambar secara "illegal" perbatasan laut di Laut Kuning, sebagai akibat dari Perang Korea pada tahun 1950-53.
"Laut Barat Korea (Laut Kuning) telah menjadi flashpointdimana risiko konfrontasi dan bentrokan antara Utara dan Selatan sangat rentan, hanya karena AS secara sepihak menarik garis batas Korea Utara secara ilegal," kata pernyataan itu.
"AS tidak pernah bisa menghindari tanggung jawab untuk terjadinya saling tembak baru-baru ini."
Pyongyang menyatakan bahwa saling tembak artileri mematikan dengan Korea Selatan muncul setelah kegagalan Seoul membatalkan latihan militer di perairan yang disengketakan.
AS dan Korea Selatan telah mengumumkan latihan angkatan laut bersama di daerah tersebut. Kapal induk USS George Washington telah meninggalkan Jepang dan sedang menuju ke Korea Selatan.
Korea Selatan juga mengatakan hari Kamis ini bahwa mereka akan semakin tajam meningkatkan kekuatan militer mereka, termasuk meingkatkan pasukan darat, pada lima pulau di Laut Kuning dan mengalokasikan lebih banyak anggaran ke arah yang berurusan dengan ancaman asimetris Korea Utara."
Presiden AS Barack Obama telah berjanji untuk menjadi bahu bagi sekutunya Korea Selatan, di mana 28.500 tentara AS ditempatkan di wilayah itu. (Sumber : Eramuslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar